Sejarah Tiongkok dalam 30 Menit: Dari Kaisar Kuning hingga Dinasti Terakhir

Awal yang Mitos

Peradaban Tiongkok secara tradisional dimulai dengan Tiga Penguasa dan Lima Kaisar (三皇五帝) — penguasa mitos yang menemukan pertanian, tulisan, kedokteran, dan pemerintahan. Kaisar Kuning (黄帝, Huángdì) dianggap sebagai nenek moyang seluruh rakyat Tiongkok.

Apakah angka-angka ini nyata masih diperdebatkan. Yang penting adalah bahwa peradaban Tiongkok mengklaim sejarah yang berkesinambungan sekitar lima ribu tahun – lebih lama dibandingkan peradaban lain mana pun di muka bumi.

Zaman Perunggu (Dinasti Shang, ~1600-1046 SM)

Dinasti Shang adalah dinasti Tiongkok pertama yang dikonfirmasi oleh arkeologi. Dinasti Shang menciptakan tulisan Tiongkok (prasasti tulang ramalan), mengembangkan pengecoran perunggu ke tingkat yang luar biasa, dan membangun praktik pemujaan leluhur yang berlanjut hingga saat ini. Bandingkan dengan Abad Penghinaan: Bagaimana Tiongkok Mengingat.

Zaman Klasik (Dinasti Zhou, 1046-256 SM)

Dinasti Zhou bertahan selama delapan ratus tahun – dinasti terpanjang dalam sejarah Tiongkok. Ini menghasilkan Konfusius, Laozi, Zhuangzi, Sun Tzu, dan hampir semua filsuf besar Tiongkok lainnya. Periode Zhou selanjutnya, yang disebut Negara-Negara Berperang (战国), adalah masa peperangan terus-menerus yang menghasilkan filosofi terbesar dan inovasi militer terbesar dalam sejarah Tiongkok.

Kekaisaran Pertama (Dinasti Qin, 221-206 SM)

Qin Shi Huang menyatukan Tiongkok, membakukan tulisan dan mata uang, membangun Tembok Besar, dan menciptakan model pemerintahan kekaisaran terpusat yang bertahan hingga tahun 1912. Dinastinya bertahan selama lima belas tahun. Sistemnya bertahan dua ribu.

Zaman Keemasan

Dinasti Han (206 SM - 220 M) — Dinasti yang memberi nama etnis kepada orang Tiongkok (汉族, Hànzú). Han mendirikan Jalur Sutra, mengadopsi Konfusianisme sebagai ideologi negara, dan menciptakan sistem ujian pegawai negeri.

Dinasti Tang (618-907 M) — era paling kosmopolitan di Tiongkok. Ibu kota Tang, Chang'an, adalah kota terbesar di dunia. Puisi Tang masih dianggap sebagai puncak pencapaian sastra Tiongkok.

Dinasti Song (960-1279 M) — Peradaban paling maju di dunia pada masanya. Song menemukan mesin cetak bergerak, senjata bubuk mesiu, kompas magnetik, dan uang kertas. Song Tiongkok memiliki ekonomi terbesar di dunia dan populasi urban terbanyak.

Interupsi Mongol (Dinasti Yuan, 1271-1368)

Penaklukan Mongol atas Tiongkok memang traumatis — namun hal ini juga menghubungkan Tiongkok dengan dunia yang lebih luas secara lebih langsung dibandingkan sebelumnya. Marco Polo berkunjung pada masa Dinasti Yuan. Sistem pos Kekaisaran Mongol memungkinkan komunikasi melintasi Eurasia.

Dinasti Terakhir

Dinasti Ming (1368-1644) — Dinasti yang membangun Kota Terlarang dan mengirimkan armada harta karun Cheng Ho melintasi Samudera Hindia. Dinasti Ming dimulai sebagai dinasti yang berwawasan ke luar dan berakhir dengan dinasti yang berwawasan ke dalam – sebuah pola yang berulang dalam sejarah Tiongkok.

Dinasti Qing (1644-1912) — Dinasti terakhir Tiongkok, yang didirikan oleh orang Manchu. Qing memperluas wilayah Tiongkok hingga batas terbesarnya tetapi gagal melakukan modernisasi dalam menghadapi imperialisme Barat, yang mengarah pada "Abad Penghinaan" yang masih membentuk kesadaran nasional Tiongkok.

Polanya

Sejarah Tiongkok mengikuti sebuah pola: persatuan → kemakmuran → korupsi → keruntuhan → kekacauan → reunifikasi. Siklus ini telah berulang setidaknya lima kali. Memahami pola ini sangat penting untuk memahami Tiongkok modern – yang memandang dirinya berada dalam periode reunifikasi dan pembaruan setelah kekacauan pada abad ke-19 dan ke-20.

Tentang Penulis

Pakar Budaya \u2014 Penulis dan peneliti yang mencakup luasnya tradisi budaya Tiongkok.