Tradisi Cerita Hantu Tertua di Dunia
Fiksi supranatural Tiongkok bukanlah genre. Ia adalah tradisi — satu tradisi yang sudah ada selama lebih dari dua ribu tahun dan tidak pernah berhenti menghasilkan karya-karya baru.
Cerita hantu Tiongkok yang paling awal muncul dalam teks-teks sejarah dari Dinasti Han (206 SM - 220 M). Sejarawan Sima Qian mencakup elemen supranatural dalam Records of the Grand Historian. Soushenji (搜神记, "Mencari Supranatural"), yang disusun sekitar tahun 350 M, adalah koleksi pertama yang didedikasikan untuk kisah-kisah supranatural.
Sejak awal, fiksi supranatural Tiongkok tidak dianggap sebagai hiburan kelas rendah. Karya-karya ini ditulis oleh para cendekiawan, dikumpulkan oleh para sejarawan, dan dianggap serius sebagai bentuk sastra.
Puncak Klasik: Liaozhai
Liaozhai Zhiyi (1740) karya Pu Songling mewakili puncak fiksi supranatural klasik Tiongkok. Lebih dari 490 ceritanya menetapkan template yang masih diikuti oleh genre ini: pertemuan antara manusia biasa dan makhluk supranatural (hantu, roh rubah, iblis), diceritakan dengan kecanggihan sastra dan kedalaman emosional. Bacaan terkait: Astrologi Tiongkok: Bintang, Batang, dan Cabang yang Terurai.
Apa yang membuat karya Pu Songling bertahan adalah penolakannya untuk menganggap supranatural hanya sebagai sesuatu yang menakutkan. Hantu-hantunya kesepian. Roh rubahnya jatuh cinta. Iblis-iblisnya kadang-kadang lebih terhormat daripada manusia yang mereka temui. Supranatural bukanlah kebalikan dari manusia — itu adalah cermin dari manusia itu sendiri.
Era Republik: Cerita Hantu Menjadi Murah
Selama era Republik (1912-1949), fiksi supranatural berpindah dari bahasa sastra klasik Tiongkok ke bahasa Tiongkok pergaulan dan dari pembaca elit ke pasar massal. Majalah-majalah menerbitkan cerita hantu berseri. Novel-novel murah menampilkan rumah berhantu, roh yang membalas dendam, dan detektif supranatural.
Era ini juga menyaksikan film horor Tiongkok pertama, yang sangat dipengaruhi oleh tradisi Liaozhai. Cerita hantu telah menjadi hiburan yang populer.
Interupsi Komunis
Setelah tahun 1949, Republik Rakyat Tiongkok secara resmi tidak mendorong fiksi supranatural sebagai "superstisi feodal." Cerita hantu tidak menghilang — mereka berpindah ke bawah tanah, bertahan dalam tradisi lisan dan di Hong Kong serta Taiwan, di mana tradisi ini terus berlanjut tanpa gangguan.
Sinema Hong Kong menjaga kisah hantu tetap hidup melalui film seperti A Chinese Ghost Story (1987), yang mengadaptasi kisah Liaozhai dengan efek khusus modern dan menjadi hit internasional.
Ledakan Novel Web
Internet membawa fiksi supranatural Tiongkok kembali dengan kekuatan yang meledak. Platform novel web seperti Qidian (起点) menampung ribuan novel supranatural dengan jutaan pembaca. Yang paling populer — serial seperti Ghost Blows Out the Light (鬼吹灯) dan Grave Robbers' Chronicles (盗墓笔记) — telah diadaptasi ke dalam film, serial TV, dan video game.
Novel supranatural modern ini menggabungkan kisah hantu tradisional Tiongkok dengan petualangan, misteri, dan aksi. Mereka bukanlah fiksi sastra dalam tradisi Liaozhai.